Linkin Park - Figure.09

Powered by mp3skull.com

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 06 Maret 2012

Porsche Panamera Edo Competition, si Unik Bertenaga 700 Dk!


Eropa – Mendengar nama Porsche Panamera, yang terpancar di benak kita adalah sosok sportscar empat pintu yang kalah bertenaga ketimbang varian Porsche 911 yang melegenda. Tak ada kesan jika mobil ini bisa diadu dengan supercar dua pintu seperti kakaknya itu.
Eits, nanti dulu. Sebab tuner Edo Competition sukses memodifikasi Porsche Panamera yang menonjolkan kekuatan mesin. Hal ini dibuktikan 4.8-liter V8 bertenaga 700 dk dengan torsi 880 Nm tertanam dibalik kap nya. 
Kemampuan tersebut dihasilkan oleh sistem knalpot anyar dengan high-flow catalytic converter. Hingga intake, turbo dan ECU remap. 
Dibandingkan dengan Panamera Turbo S, versi modifikasi ini memiliki tenaga lebih besar 150 dk dan torsi 130 Nm. Tenaga tersebut juga dirasa cukup buat menjabani supercar macam Lamborghini Aventador atau Ferrari Italia.
Uniknya, tampilan Panamera ini tidaklah heboh dengan piranti aerodinamika seperti wing atau wide bodi. Yup, mengusung aliran street sleeper, Panamera hanya melengkapi eksteriornya dengan detail minimalis. Yakni pada stiker bodi dan peleknya, yang bikin asik bodi berkelir putihnya.

Kabin VW Transporter kurang Lega? Coba Lirik yang Ini!


Jakarta - Semua orang tau, Volkswagen Transporter merupakan sebuah van yang memiliki ruang kabin yang sangat lega. Tapi, kalau untuk kebutuhan petualangan anda dirasa kurang cukup besar, bisa melirik yang satu ini.
Kapasitas ekstra besar diberikan oleh Volkswagen pada Transporter Van T5. Overlander mulai berkreasi dengan menambahkan paket Pod yang terpasang terselip permanen pada bagian belakang. 
Pod ini akan keluar secara elektrikal keluar dalam waktu 45 detik ketika mobil berhenti pada tempat tujuan peristirahatan.
Panjangnya mencapai dua meter menambah panjang ruang kabinnya. Tersedia dua kaki yang menyembul keluar sebagai penyangganya. Mampu menyokong beban hingga 600 kg di segala medan pijakan.
Interior yang berisikan fitur layaknya dirumah disedikan di double back pod ini. Seperti dapur kecil juga tempat tidur lipat untuk dua orang. Serta akses untuk ruang lebih yang tersdia di atap.
Soal mesin, Volkswagen memilih mobil Transporter Van dengan mesin TDI berkapasitas 2.000 cc. Dengan Wheelbase panjang serta berlabel 140 PS.
Konsep ini sudah pernah ada sebelumnya. Diwujudkan di NV200 cargo van. Buat yang suka bepergian. Fasilitas yang ditawarkan ini sangat cocok. Terutama bagi yang suka berdekatan dengan situasi outdoor.

Mazda MX-5 yang Hendak Menyaingi Bugatti Veyron!



Jakarta - Siapa yang tidak ingin menikmati sensasi dibalik setir Bugatti Veyron? Dengan usungan tenaga yang melimpah, derasnya aliran adrenaline sudah pasti bakal dirasakan. Namun, bagaimana kalau yang ada hanya sebuah Mazda MX-5? Bisa saja!
Memang dari segi harga saja, Bugatti Veyron jelas sebuah mobil yang mahal bila dibandingkan dengan Mazda MX-5. Tapi, sebuah rumah modifikasi Homegrown coba menjembatani kesenjangan tersebut.
Sebuah Mazda MX-5 ditarik whellbase-nya sehingga jadi lebih panjang. Untuk apa? Untuk memasukkan dua buah mesin berkonfigurasi 8 silinder, sehingga totalnya ada 16 silinder! Dukungan mesin ini dianggap sudah menyamai performa yang dimiliki sebuah Bugatti Veyron.
Sebuah proyek yang ambisius memang, meski sampai harus mengorbankan kecantikan Mazda MX-5, demi sebongkah mesin dengan jumlah silinder yang mencapai 16. 

VW Scirocco 2.0 TSI, 2010 Versi Hibrid Pertama



Karakter mesin VW Scirocco 2.0 TSI yang standarnya sudah tergolong powerful itu, rupanya belum bisa memuaskan Budi Setiawan yang hobi memacu adrenalin dengan besutannya itu. Awalnya memang sekadar buat fun, tapi karena banyak mendapat info kalau dapur pacu VW mudah di-upgrade, Ia pun berinisiatif menggunakan turbo hibrida yang baru kali pertama ini diterapkan pada Scirocco 2.0 TSI yang beredar di Indonesia.
4 DETIK
Basic mesin Scirocco lansiran 2010 ini sebenarnya sudah dimodali sistem turbocharger berkode K03. Lantaran sudah banyak pemilik varian sejenis yang mengganti peranti turbo standarnya pakai kepunyaan Scirocco R atau Audi S4, dengan kode K04, Budi akhirnya memilih untuk mengadopsi versi terbaru, K04 hybrid.
"Sesuai dengan pelat nopolnya, B 35 TVW, yang artinya best VW saat ini," kekeh Budi. Menurut pengusaha di bidang retail motor baru itu, saat ini di seluruh Eropa dan Amerika, baru 10 unit Scirocco 2.0 TSI yang menganut turbo K04 versi hibrida, termasuk miliknya ini.
Perbedaan menyolok versi hibrida dengan turbo K04 versi stock, menurut Gunawan Lay, terletak pada kemampuan menghasilkan putaran turbin yang lebih cepat meski di-boost pada level sama.
"Semua turbo VW punya karakter fast spool. Tapi dengan versi hybrid, memungkinkan turbin berputar lebih cepat lagi. Sebab pada turbo hybrid, blades-nya sudah beda, thrust bearing-nya juga beda, begitu pun ported and polish compressor-nya termasuk exhaust turbine-nya. Sehingga mampu menghasilkan aliran udara yang lebih bagus ketimbang turbo non-hybrid, karena sanggup di-boost lebih tinggi dari level normal" urai tuner Premier Autowerkz di Jl. Pluit Barat 3A, Jakut ini.
Turbo kit K04 hibrida dari Borgwarner ini sudah dilengkapi actuator dengan material forge racing, plus wasgate dari alloy bodied dengan optional spring. Nantinya performa turbo hibrida ini akan di-adjust ulang menggunakan software khusus, untuk menyesuaikan dengan oktan bahan bakar yang digunakan.
Pertimbangannya, ketika pertama kali menjajal performa mesin pakai turbo hybrid K04, power maksimum gak bisa didapat lantaran imbas cutboost dari sistem locked ECU bawaan Scirocco ini.
Mengakali agar tak terjadi lagi efek cutboost, ECU standar di-reflash ulang pakai software Unitronic. Artinya data dari software asli ditarik, kemudian ditukar dengan mapping ECU yang sesuai kondisi mesin terkini.
Sehingga jika oktan yang digunakan tidak sesuai dengan permintaan mesin, maka mapping pada ECU secara otomatis akan mengantisipasi dengan data yang lain tanpa harus mengunci dengan meng-cut boost turbonya.
Penerapan awal, tekanan disetel 1 bar dengan bensin oktan 93, dan menghasilkan power maksimum sekitar 320 dk. Dianggap kurang agresif, boost dinaikkan hingga 1,2 bar dengan tenaga 345 dk.
Ketika OTOMOTIF menjajalnya langsung di daerah Pantai Indah Kapuk, Jakut, turbo hibrida-nya di-boost antara 1,5-1,7 bar pakai Pertamax plus (oktan 95). Hasilnya, untuk mencapai kecepatan 0-100 km/jam hanya butuh waktu 4 detik. Cukup responsif, karena standarnya perlu jeda sekitar 6,9 detik

Mitsubishi Lancer Evo VIII GSR 2004, Lethal Weapon


Saat Yose Adrian harus memilih antara Honda dan Mitsubishi untuk sebuah ‘Lethal Weapon’ di arena drag race 402 meter, Yose malah garuk-garuk kepala pertanda bingung. Pasalnya, selama ini sudah setia dengan besutan berlogo ‘H’. Namun akhirnya terjawab ketika Yose bertemu sobat karibnya, Ebel dari Wisesa Motorsport di bilangan Haji Nawi, Jaksel. Ebel baru saja kelar membangun Mitsubishi Lancer Evo VIII yang dibuat untuk Time Attack sekaligus contest car. Dari garuk kepala menjadi geleng kepala.MESIN 775 DK
 Mesin 4G63-T yang sudah bermutasi jadi 2.400 cc dan siap menerima boost 2,7“Untuk biaya yang relatif sama, Lancer Evolution VIII bisa melesat jauh ketimbang Honda Estilo,” papar Yose. Tanpa pikir panjang, ditebuslah Lancer milik Ebel tadi. Secara struktur bodi dan kaki-kaki tak banyak mengalami ubahan karena mobil memang sudah siap balap. Tetapi mesin dan atribut pendukungnya diganti semua. Hampir semuanya dibelikan baru dengan spesifikasi lebih tinggi. “Targetnya bisa masuk 9-10 detik untuk 402 meter,” jelas Ebet, tuner Wisesa Motorsport yang menangani langsung proyek Lancer milik Yose ini.Bisa terlihat di kabin mesin yang mulai penuh sesak dengan seabrek perabotan pendongkrak tenaga seperti turbocharger gambot, down pipe ‘gajah’ hingga turbo intercooler raksasa. “Apapun akan dilakoni untuk bisa menyemburkan tenaga di atas 750-800 dk,” tutur Ebet antusias.Bahkan urusan drive train, suspensi dan roda ikut dibenahi untuk memenuhi traksi maksimal saat launch hingga garis finish.Membuat mesin yang powerful dan tahan banting ternyata tak semudah membalik telapak tangan. Sebab mesin 4G63-T yang jadi bawaan pabrik tak lagi mumpuni. “Kemampuan mesin standar hanya bisa di spec-up tak lebih dari 500 dk,” jelas Ebet.Makanya jeroan mesin bisa dibilang ganti total dengan versi aftermarket yang sudah ketahuan performanya. Hanya blok mesin saja yang masih dipakai. Sisanya, mulai dari crankshaft stroker kit 2.400 cc, setang piston hingga piston pakai produk yang dibeli dari AMS Performance di Amerika.
 Kabin dibuat ringkas dengan perangkat elektronik tambahan untuk memantau kondisi mobilIni dilakukan semata-mata agar jeroan mesin tetap aman saat kena boost turbo mencapai di atas 2,5 bar. “Selain itu kenaikan volume hingga 300 cc sangat menolong pencapaian torsi lebih maksimal,” terang Ebet.Konon, paket jeroan mesin yang ditanam sekarang bisa tahan hingga 800 dk yang disuplai turbocharger Bull’s Eye S375 ‘Batmo Wheel’.Tenaga mesin yang sudah sebesar itu, jelas menjadi krusial bila kaki-kaki sebagai penyalur tenaga mesin tak bisa menahan beban torsi maksimal yang naik berkali lipat. 
Pangkas bobot interior juga dilakukan lewat bucket seat (kiri) - Memangkas bobot total mobil dilakukan secara maksimal dengan bahan fiberglass (kanan)Pemakaian as roda model one-piece sudah menjadi keharusan karena keempat roda menggunakan pro-drag slick tires. Makanya pelek pun memakai material billet yang berbobot ringan namun memiliki durabilitas tinggi.PANGKAS BOBOT 40% 
 Tangki bensin bermaterial aluminium khusus untuk balap drag race 402 meter (kiri) - Fuel pump elektronik keluaran Bosch sebanyak 2 buah menjadi andalan suplai race fuel (kanan)Salah satu ciri khas dragster profesional adalah interior yang dipangkas total. Sama halnya Lancer Evo VIII milik Yose, kabin terlihat terondol. Bisa ditengok perangkat yang ada di dalam mobil tak ada lagi yang bawaan pabrik. “Hanya berisi perangkat elektronik, tabung pemadam kebakaran, roll bar set, jok, setir dan dasbor,” papar Ebel.Maksudnya jelas, selain untuk mengurangi bobot, juga memudahkan saat harus melakukan oprekan seperti repair, tuning dan setting. Paling penting, saat terjadi darurat seperti kebakaran, bahan fabrics dan material plastik di dalam kabin tak bisa lagi memancing besarnya api sehingga mudah dipadamkan.Kini semua tergantikan dengan material fiberglass yang memiliki bobot ringan dan tak mudah pecah.Mulai dari kap bagasi, keempat pintu penumpang dan apron depan. “Bagian depan memang bisa dilepas pasang dalam waktu sangat singkat karena semuanya model knock down,” terang Ebel yang mengimpor bodi khusus drag race ini dari negeri Paman Sam.Tak heran bila power to weight ratio mobil ini menjadi sangat tinggi. Boleh dibilang bobot total mobil bisa terpangkas hingga 40% karena pemakaian bodi bermaterial composite dan roll cage seamless yang juga impor langsung dari Amrik.

HONDA PRELUDE VTI-R 2002, Deleted Battery


Ada kebanggaan tersendiri dalam membangun Prelude
Jika diperhatikan, khususnya di Indonesia, Honda Prelude tampaknya belum menjadi salah satu ‘most wanted car’ untuk dimodifikasi. Terbukti masih jarangnya modifikator yang membangun varian Honda yang masuk dalam keluarga besar Accord ini. Hal ini tampaknya disadari oleh Antony Lo daro bengkel Ton’s Garage, Medan.
Oleh karena itulah ia mencoba membangun mobil dengan kode bodi BB ini. Uniknya,  kendaraan ini didapat dengan kondisi masih bahan alias masih berantakan. Namun hal ini nyatanya tidak menurunkan semangat mereka dalam membangun Prelude. Mau tahu lebih detailnya? Simak konsep dan detail modifkasi dari kedua Honda ini! 
FROM ZERO TO HERO
Honda Prelude berwarna merah ini milik Antony Lo. Ada alasan tersendiri mengapa ia memilih Prelude dengan kode generasi BB4 ini. Menurutnya, tipe yang ini tergolong varian yang jarang dimodifikasi. “Selain itu spare part-nya lumayan susah dicari,” ucap Antony. Sehingga tipe ini termasuk salah satu varian langka di Indonesia karena jarang yang mau membangun hingga komplit seperti miliknya.
Awalnya, Prelude ini didapat dengan kondisi lumayan parah, “Mesin tidak nyala, cat keropos, dan kaca depan pecah,” ucapnya. Maka tindakan pertama yang dilakukan Antony adalah merapikan eksterior serta membangun dapur pacunya. Khusus eksterior, Antony mendapatkan kesulitan ketika harus mengganti kaca depannya yang pecah. “Barangnya susah banget nyarinya, akhirnya pesen ke Jepang, kondisi baru dengan harga sekitar Rp 24 juta,” kenangnya. Itupun baru tiba di Indonesia setelah menunggu selama 6 bulan.
Antony juga melakukan perombakan besar-besaran di ruang mesin. BB4 ini aslinya menggunakan mesin H23A dengan transmisi otomatis. Namun oleh Antony sengaja ditukar dengan H22A. “Pakai H22A lebih kencang, dan dudukannya juga sama persis, jadi tidak merepotkan,” tukasnya cepat. Asyiknya lagi, jeroan mesin tidak dibiarkan standar, melainkan turut diganti dengan menggunakan produk Bisimoto atau Skunk2. “Performance parts ini banyak dipakai di pasar Amerika, bentuknya banyak yang unik dan tidak pasaran,” terang pria berusia 23 tahun ini.
Sedangkan di eksterior, Antony sengaja menanamkan unsur mobil balap ala Time Attack. “Salah satunya dengan pemasangan lips spoiler di depan yang cukup rendah, serta pemakaian GT-Wing di belakang agar membantu tingkatkan downforce,” ucap Antony panjang lebar. Dan agar bisa tampil lebih atraktif, maka sekujur bodi dicat ulang lagi menggunakan warna Red Ferrari dari Spies Hecker. “Biar lebih eye catching saja sih, hahaha…” tawanya.
‘DELETED’ BATTERY
Antony menyebut istilah ‘deleted battery’ dalam salah satu variabel modifikasinya. Apa maksudnya? Ternyata, ini adalah semacam trik modifikasi untuk membuat ruang mesin tertata lebih rapi. Yaitu dengan cara memindahkan boks aki (battery) ke belakang. “Akinya sekarang ditempatkan di bagasi, jadi layout ruang mesin di depan lebih lega,” ungkapnya. Kompartemen mesin memang tergolong rapid an detail, karena ternyata Antony juga menyembunyikan kabel-kabel di ruang mesin alias wiretucked. “Biar terlihat lebih simpel dan bersih saja,” tutur pria yang juga pengusaha ini.
RUMAH MODIFIKASI:Ton’s Garage, Jl. Sei Deli, Medan
SPESIFIKASI:Engine swap H22A, wiretucked, repaint engine bay, header Bisimoto, pipa knalpot stainless steel 2,5 inci, tail pipe burnt-tip custom, camshaft Bisimoto stage 2, per klep Bisimoto, intake manifold Skunk2, throttle bocy Skunk2, cam gear Skunk2, oil cap M Factory, kabel busi NGK, strut bar depan Spoon,air intake custom, air filter Apex’I, selang radiator Samco, selang intake samco, engine mounting Innovate, filter oli K&N, kopling ATS Racing, cat Spies Hecker Red Ferrari, kap mesin karbon, fender depan kabon, lips spoiler custom, GT-Wing custom, velg Volk Racing CE28 17x8 inci, ban Yokohama Advan Neova AD08 215/45R17, sokbreker adjustable Tein, bushing Energy Suspension, lug nut Mugen, setir Momo NSX Type-R, quick release Work Bell, boskit NRG, shiftknob Juran, pedal set DC5R, engine cut off Cusco, panel interior karbon, strutbar belakang Spoon, head unit Alpine 7998R, speaker depan Venom, power amplifier Venom, sibwoofer Venom 10 inci

Modifikasi Mobil


Honda Prelude 2002, Dua Warna Bikin Beda



Yang terpikir pertama di pikiran Stephen adalah, “Pokoknya setelah mobil diambil, langsung diangkut trailer, bawa ke bengkel,” tuturnya. Begitu sampai bengkel, mobil pun dipreteli dan catnya dikerok hingga tersisa plat besi. “Baru deh ditimpa warna Championship White dari Spies Hecker,” ucap pria berkacamata ini. Menurut Stephen, warna ini adalah, “Kode warna untuk versi JDM-nya,” sambungnya.
Setelah selesai berganti ‘kulit’, langkah berikutnya adalah body kit yang tepat. “Saya dari dulu suka dengan body kit C-West untuk S2000,” terangnya. Oleh karena itu desain tersebut kembali diterapkan di BB6 miliknya. “Bedanya, saya tambahkan lips spoiler ala J’s Racing di bagian bawahnya,” ucap pria berpostur tinggi ini. Penambahan lips spoiler ini berfungsi agar mobil lebih terlihat ceper. Kenapa enggak dilapis karbon saja biar lebih sangar? “Kalau dilapis karbon, lips spoiler-nya malah jadi kurang terlihat karena warna dari serat karbonnya,” tukas Stephen.
VELG FLUORESCENT
Ada yang unik dari warna velg Volk Rays TE37 19x(8,5+9,5) inci yang diusung Stephen. Ia menggunakan dua warna, yaitu warna putih untuk velg di sebelah kanan, dan warna pink fluorescent untuk sebelah kirinya. “Biar beda aja sih. Jadi enggak cepat bosan,” ucap Stephen. Untuk pengerjaan pelapisan cat fluorescent, ia mengaku tidak ada kesulitan berarti.
“Proses pengerjaannya hampir sama dengan repaint velg biasanya,” ujar pria ramah ini. Yang berbeda adalah pemakaian warna dasar. Menurut Stephen, “Warna dasar untuk cat ini harus putih.” Tujuannya, agar efek fluorescent-nya bisa keluar sehingga warna velg terlihat semakin mencolok.
RUMAH MODIFIKASI:
Autocraft, Barito, Semarang
SPESIFIKASI:
Cat Championship White by Spies Hecker, kap mesin karbon Kevlar, panel atap lapis karbon Kevlar, custom body kit, HID H1 low beam Provision 6.000 K, HID H1 high beam 4.300K,  kaca film 3M, air flow controller APEX’i Neo, header Megan Racing 4-2-1, front pipe Megan Racing, down pipe Megan Racing, muffler HKS titanium, kabel busi NGK Blue Thunder, air intake Megan Racing, air filter Simota, fuel pressure regulator TOMEI, engine damper NRG, bonnet hood damper NRG, ground wires HKS, velg Volk Rays TE37 19x(8,5+9,5) inci, ban Forceum Hexa 215/35R19 (depan), 225/35R19 (belakang), coilover Tein, strutbar karbon Kevlar, jok+door trim retrim semi kulit perforated, speedometer chrome rings, engine start button S2000, shift knob MOMO karbon, panel interior lapis karbon, head unit double din Caska 7 inci K130. Speaker Crescendo Opus 2-way
Honda Prelude milik Stephen ini digarap dari bengkel Autocraft, Semarang. Prelude dengan kode generasi BB6 miliknya lebih ditonjolkan faktor penampilannya. “Dulu waktu pertama ambil, kondisinya lumayan parah juga,” ucap Stephen. Warna cat yang kusam sudah pasti menjadi masalah yang dihadapi Stephen. “Warna aslinya hijau,mas. Aduh enggak cocok banget deh pokoknya,” kenang pria ramah ini.