Linkin Park - Figure.09

Powered by mp3skull.com

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 05 Maret 2012

Off Road VS Sound Quality – Nissan Frontier 2005 Purwokerto


Off Road VS Sound QualityOtomotifZone.com – Nama Johanes Biantara tidaklah asing terdengar ditelinga pelaku otomotif Banyumas. Dulu banget doi merupakan off roader jempolan dari wilayah Banyumas. “Aku paling suka dengan off road mobil, karena mencerminkan kebebasan berkendara” buka Johanes Biantara yang akrab disapa Om Joe. Ternyata tak Cuma itu saja hobinya, mendengarkan dan bermain musik juga tak pernah lepas dari kehidupanya. Makanya kedua hobi tersebut dituangkan pada Nissan Frontier keluaran tahun 2005 miliknya.
Hmmm… perpaduan dimunculkan dari kedua hobi Om Joe, dari segi penampilan luar gaya off road diterapkan. “Ini tidak terlalu sulit karena basic mobil memang sudah off road” jelas Om Joe pemilik Indra Auto Acesories Purwokerto. Perubahan juga tak banyak, hanya pada sektor kaki-kaki saja. Untuk mengejar ground clearance yang tinggi maka Sok breker mengandalkan Old Man Emu. Kemudian untuk urusan ban dan pelek Om Joe mengaplikasi ban Mickey Thompson ukuran 31×11.50×16 yang membalut pelek MT (Mickey Thompson).
Kelar urusan kaki-kaki, kemudian berlanjut untuk memanjakan telinga saat melakukan perjalanan. “Sangat jarang sekali yang mau memodifikasi off road di padu dengan sound quality” papar Om Joe yang juga ketua umum Black Car Community Banyumas. Mau tau kedahsyatan suara yang di hasilkan dari racikan Om Joe. Sekadar catatan sebelum di terapkan pada mobil, Om Joe selalu melakukan riset terlebih dahulu melalui komputer dengan berbagai software penghasil suara.
Hmmm… hasilnya memang sangat memuaskan dan membuat hati berdebar ketika berada didalam mobil. Ssssttt… OZmembuktikanya sendiri lho, asyiknya meskipun musik dalam keadaan volume tinggi namun untuk mengobrol tetap bisa didengarkan tanpa harus teriak-teriak. Pemilihan peranti penghasil suara pun gak sembarangan lho. “Aku pilih yang high-end sperti Rockford Fosgate supaya suara yang dihasilkan juga berkelas tinggi” tukas Om Joe sembari mendengarkan lagu slow rock kesukaanya. Berikut rahasia racikan SQ ala Om Joe.
Bermuara pada head unit berlabel Clarion VXZ 756 didampingi oleh satu set Procesor ThreeSixty-2 merek Rockford Fosgate. “Dari sinilah kita melakukan riset, suara yang dihasilkan menyatu seolah dari depan kita bukan dari belakang” jelas Om Joe yang di dampingi anaknya Andreas Biantara. Perpaduan tersebut dapat mewujudkan keseimbangan suara.
Semua perangkat speaker yang dipasang berlabel Rockford Fosgate. Nah, suara yang telah disaring oleh ThreeSixty-2 kemudian disalurkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing yaitu tweter, middle dan bas. Ketiga bagian tersebut mempunyai muara masing-masing pula yaitu 1 set T1500.4 untuk mendongkrak 10 buah speaker RFP1 62s. Sedangkan Middle dihasilkan dari T1500.2 yang mendongkrak 16 buah speaker P2 8 D2. Terakhir adalah suara mendenggung yang membuat dada bergetar, yaitu T1000.1.BD yang mendongkrak 8 buah Subwoofer P212 D2. Wow… luar biasa dech… dari music dangdut sampai hardrock pun tetap enak didengarkan…
(Penulis & Foto : Uung Feri)DATA MODIFIKASISOKBREKER        : Old Man Emu
BAN              : Mickey Thompson 31 x 11.50 x 16
VELG             : Mickey Thompson
KNALPOT          : Custom
Cat              : Spies Hecker
Audio            : By Indra Auto Accessories
MODIFIKATOR      :Indra Auto AcceoriesJl. Gerilya Timur No. 54 Purwokerto atauTelp : (0281) 625 555 / 625 777.

Raja Kelas Rp 10 Juta



Kepiawaian Yohanes Biantara meracik audio ‘murah’ sudah banyak didengar orang. Lewat ajang Hot Import Night (HIN) di Jogjakarta, dan berbagai ajang lain, instalatur asli Purwokerto ini kembali mencatatkan diri sebagai raja di kelas Sound Quality (SQ) Rp 10 juta dan kelas Rp 25 juta.
Toyota Fortuner lansiran 2005 yang sempat merajai dua kelas yang sama September 2006 lalu kembali diobok-oboknya. Setting ulang audio jadi senjatanya untuk kembali meraih tropi bergengsi. “Ubahannya terletak pada penataan ulang tweeter dan penambahan peredam baru yang saya taruh di atas dashboard,” ujar pria bernama asli Kho Beng Hwan ini.
indra variasiAndre, putra Beng Hwan saat menerima hadiahDibanding versi terdahulu, kali ini pemilik Indra Variasi ini menggeser posisi tweeter yang ada di tulang frame kaca depan turun sekitar  5 cm. Arahnya juga disesuaikan kembali dengan mengukur sudut ke arah telinga pendengar di kabin depan.
Peredam khusus yang diletakkanya di atas dashboard merupakan penemuan orisinalnya. “Dari hasil coba-coba. Fugsinya untuk menambah kedalaman suara di sekitar atas dashoard. Sensasi yang muncul, suara vokal terasa lebih dalam dan posisinya agak lebih mundur dari sebelumnya,” tambah Andre, sang putra.
Peredam ini dibuat membuat sudut antara kaca depan dan dashboard yang semula lancip menjadi tumpul. “Kita buat dari fiber yang diisi lapisan peredam. Di bagian luar kita bungkus dengan lapisan khusus juga,” sambung Yohanes lagi.
indra variasiHasilnya? Sungguh luar biasa. Menurut salah satu juri, kualitas suaranya tak kalah dengan audio seharga Rp 200 jutaan. Saat duduk di kabinnya, kita seperti di dudukkan di sebuah konser musik yang sangat hidup. Lagu-lagu lembut seperti milik Yao Si Ting mengalir sangat jelas, bahkan sampai detil-detil yang tak mungkin di dapat dari audio standar berharga sama. Sosok penyayi asal China itu seperti duduk di hadapan kita dengan sebuah kursi tinggi di bawah sorotan lampu temaram. Menyanyi penuh perasaan sekaligus menggoda.
Ubahan lain yang dilakukan suami Indarti alias Ince ini adalah mengganti Head Unit Alpine 9853 dengan merk Blaupunk Bremen MP74 seharga Rp 3 jutaan. Sementara 2 Tweeter T1R yang ditempatkan di frame pintu depan dan Sub Woover Etude 2.10 di belakang masih menggunakan yang lama dari merk Crescendo.
indra variasiDi sektor eksterior, Yohanes mengembalikan tampilan standar Fortuner-nya. Velg racing-nya digusur dan diganti velg standarnya. “Karena emang yang dilombakan kan audionya, bukan tampangnya,” kilahnya.
Meski sudah terbukti merajai kelas SQ Rp 10 juta dan 25 juta, namun Yohanes masih berniat mengutak-utiknya lagi. “Kalau dapat ilmu baru yang bisa mendongkrak kualitas suaranya, pasti langsung saya aplikasikan,” tuturnya. Kemauan belajar dan mencoba ini lah yang membuat pria yang menggeluti dunia audio sejak tahun 80-an ini semakin kenyang pengalaman.(cb79)

Elegan Style – CJ 5 1981 Purwokerto


Elegan Style – CJ 5 1981 PurwokertoOtomotifZone.com - Purwokerto, Jeep CJ-5 (Civilian Jeep) memiliki rekor produksi terlama sepanjang produksi Jeep dari tahun 1954 hingga tahun 1984. Berdasarkan sejarah itulah Budi Hardianto, warga Jl. Panjaitan 101 Purwokerto menyukai tipe ini. Makanya pria yang akrab disapa Budi ini kembali merestorasi agar tampilan tetap oke.
“Saya lebih suka dengan custom vintage, karena akan terkesan elagan” ujar Budi. Bahkan bukan hanya pada CJ 5 keluaran tahun 1981 saja yang dimodifikasi semua mobil miliknya di modif elegan style mulai Honda CRV dan Honda Jazz miliknya. Kemudian yang menjadi identitas alias karakternya adalah semua mobil miliknya berkelir warna putih.Konsepnya yang diambil sangat minimalis hanya mengubah warna cat dan mengganti kaki-kaki dengan pelek berukuran besar. (Penulis / Foto : Uung)
KAKI-KAKI
Ground-clearence menjadi factor penting dalam merestorasi mobil jip. Gak heran kalau pada bagian kaki-kaki mengalami perubahan dengan meninggikanya dari standar pabrik. Hal ini dilakukan agar serasi dengan kinerja mesin 4×4. Untuk merealisasikanya tak terlalu repot, hanya menambahkan anting sekitar 10 cm. “Pemasangan pelek besar blink-blink juga makin memperkuat elegan style” terang Yohanes Biantara yang bertugas menggarap kaki-kaki. Pilihan jatuh pada pelek Badger R22 model chrom dengan tapak selebar 9,5 inch kemudian dibalut dengan ban Achilles Dessert Hawk 265/35. Penggantian pelek dan ban tersebut bukan berarti tanpa masalah, agar akselerasi tetap nyaman  maka ruang spatbor harus buat ulang supaya sesuai dengan dimensi ban.
EKSTERIOR
Kelar urusan kaki-kaki lanjut pada pengerjaan bodi. Meski penampilan elegan style namun kesan klasik tetap cenderung dipertahankan. Hal itu terlihat pada area grill dan lampu depan yang masih bulat. “Perangkat kanvas pada body belakang juga bawaan asli, sengaja tidak saya rubah agar karakter CJ5 tetap terlihat“ tambah Budi yang juga hobi bermain offroa

Honda Nouva Tahun 1989 Jogjakarta – Wujudkan Mimpi…!!!



Honda Nouva Tahun 1989 (Jogjakarta)
Wujudkan Mimpi…!!!OtomotifZone.com – Jogja, Impian itu gak selamanya jadi kenyataan, apalagi kalau cuma berdiam diri tanpa melakukan apapun. Impian hanyalah bayangan hitam yang menari di atas pasir putih. Semua pasti ada tahapan untuk mencapai keinginan itu.
Seperti halnya Rulianto Radityo demi mengejar impianya mendapatkan Honda Estillo. “Meski tak tercapai namun ternyata kepuasan yang aku dapat bukan karena tercapainya impianku, melainkan karena terpenuhinya keinginan hatiku“ buka Rully sapaan akrab Rulianto Radityo.
Makanya sebagai pengganti impian Rully, Honda Nouva lansiran tahun 1989 miliknya langsung diobrak-abrik total. Uniknya tiap peranti pada mobil Rully dipasang dan di garap oleh tangan modifikator yang berbeda.
Proses pengerjaan dimulai dari spoiler depan yang terbuat dari plat galvanis, tentunya lebih kuat dari tekukan fiberglass dong. Body kit ini hasil garapan Joes Custom Modified yang bermarkas di Jl. Gedong Kuning, Yogyakarta.
Tahap berikutnya beralih pada pemasangan pintu bergaya sayap mengepak alias gullwing. Kali ini yang kebagian ngegarap adalah Java Modified di Jl. Godean, Yogyakarta.
Kemudian Rally Automodified yang bertempat di Jl. Gedong Kuning, Yogyakarta merupakan bengkel terakhir yang jadi rujukan Rully. Nah, disini pula mahasiswa STIE Yogyakarta ini menuntaskan mimpinya.
Makanya sepasang mata malaikat alias angel eyes milik Honda Estillo diaplikasikan. “Sepintas yang orang melihat mobilku pasti mirip Honda Estillo” tutup warga  Puri Gejayan Indah F 12A, Yogyakarta. Tuntas sudah impian Rully yang salah satu anggota Honda Nouva Club ( HNC ) Yogyakarta ini.
Nah prend, giliran siapa yang mau mimpi? (penulis/foto: uung)
DATA MODIFIKASI
TachometerType R
Monitor AFA 5,5”
PowerSoundstream 305 USA
Planet Audio PA 3002
subwoofer2 buah MA Audio 600 W
Rockford Fosgate 12”
middleSoundstream
tweeterSplite monitor audio
kapasitor bankIntersys
tapeJVC KD – SV 3000
stirMomo
pedal   Type R
sokKYB
knalpotTanabe
catSpies hecker blue violet
velgS2
ban     GT Champiro 205/40 – 17

Kasur Corvette Z06 - Wujud Nostalgia Masa Kecil Nan Indah


Benda yang satu ini mungkin akan sangat cocok bagi para maniak dunia otomotif, terutama roda empat. Karena Anda pasti akan kesengsem setelah melihat benda yang satu ini.
Ya, inilah tempat tidur berbentuk Chevrolet Corvette Z06 yang akan sangat sesuai sebagai teman tidur Anda, ataupun sekedar penambah koleksi Anda. Tempat tidur yang didesain sangat mirip dengan bentuk asli sang sports car asal Amerika Serikat ini tersedia dalam 2 pilihan model, lengkap dengan ban asli yang bisa mencegah pelek menggores lantai.

Model pertama dikhususkan untuk anak-anak umur 2-10 tahun, dimana difasilitasi dengan matras yang dapat dipanjangkan demi para orang tua yang memiliki anak kembar. Sementara model kedua diperuntukkan bagi para orang dewasa, dengan lampu depan bisa menyala seperti layaknya mobil asli.
Oh iya, pihak produsen juga telah menyiapkan beberapa fitur tambahan untuk menemani sang kasur unik ini, berupa Corvette Lift & Toil Toy Box, yang merupakan sebuah kotak penyimpan mainan tiga tingkat yang bentuknya mirip kotak perkakas seharga $110 (sekitar Rp 1 juta), atau sebuah kotak penyimpan biasa senilai $65 (sekitar Rp 600 ribu), dan juga kotak penyimpan yang dilengkapi roda kecil berbanderol $40 (sekitar Rp 400 ribu).
Untuk harga, kasur berbahan polyethylene yang diklaim mudah dibersihkan ini dibanderol mulai dari $299, atau sekitar Rp 2,9 juta jika dirupiahkan.
Selamat tidur dan semoga mimpi indah...!

Datsun Bangkit Lagi di 2014 !


Pada 2014 mendatang dipastikan Anda akan kembali melihat merekDatsun bersliweran di jalan raya. Yup! Nissan memang tengah berniat untuk membangkitkan kembali merek dagang tersebut setelah sekian lama dikubur.
Datsun
Pabrikan asal Jepang itu akan menggunakan merek Datsun sebagai kendaraan entry level untuk dipasarkan di negara berkembang, satu diantaranya Indonesia. Dan rencananya kembalinya merek Datsun itu akan terjadi pada 2014 mendatang.
Harian Nikkei menyebutkan mobil Datsun yang akan masuk ke Indonesia akan ada dikisaran harga 500.000 Yen atau kira-kira Rp.57 juta. Indonesia, India, dan Rusia menjadi negara yang ditunjuk sebagai basisi produksi Datsun untuk negara-negara berkembang.
Merek Datsun juga diharapkan mampu menyumbang volume jualan hingga 300.000 unit pada tahun pertama peredarannya. Tapi belum jelas model Nissan apa yang akan mengusung merek dagang datsun.

Sejenak Bersama Sang Kereta Kencana - Toyota New Alphard 2.4 X 2012


 Sejak awal kehadirannya di Indonesia pada 2009 yang lalu, Toyota Alphard seakan jadi mobil wajib keluarga mapan se-Nusantara. Sebutan Kereta Kencana pun melekat pada MPV mewah asal Jepang itu.

Kini diawal 2012, PT Toyota Astra Motor (TAM) mempersembahkan Toyota New Alphard. Layaknya Kereta Kencana yang menjadi kendaraan para anggota keluarga kerajaan, generasi terbaru Toyota Alphard hadir dengan sejumlah pembenahan. Arahnya tentu pada tampilan yang makin lux.

Apa saja yang berubah dari Toyota New Alphard dibanding pendahulunya? Apakah Sang Kereta Kencana makin mewah? Berikut review singkat tim BosMobil dengan Toyota New Alphard 2.4 X.
Desain

Secara garis besar, New Alphard memang tak jauh perbedaannya dibanding generasi terdahulu. Tapi jika meresapinya lebih dalam, ada cukup banyak sentuhan baru pada mobil keluarga yang mampu menampung 7 penumpang tersebut.

Dari segi dimensi misalnya, Toyota membuat New Alphard 2.4 X dengan panjang 4.870 mm, lebar 1.830 mm, tinggi 1.890 mm, serta memiliki jarak sumbu roda 2.950 mm. Bandingkan dengan Alphard 2.4 X lansiran 2009 yang memiliki panjang 4.850 mm, lebar 1.830 mm, tinggi 1.890 mm, wheelbase 2.950 mm. Artinya New Alphard hadir lebih pendek 20 mm.

Kemudian bagian lain yang paling terlihat perubahannya yakni front grill. Walau masih menggunakan model headlamp yang sama, tapi New Alphard sekarang menggunakan grill berbentuk tiga garis horizontal melintang yang disepuh krom, new front bumper, dan rumah fog lamp yang kini juga dilebur krom.

Nuansa chrome juga menyentuh outside door handle alias gagang pintu luar. Ini berbeda dengan Alphard sebelumnya yang menggunakan warna senada body untuk bagian ini. Jika diperhatikan lebih seksama, New Alphard juga tak lagi menggunakan front fender mirror atau kaca spion luar tambahan yang letaknya ada di tepi kap mesin.

Pada buritan, New Alphard juga menggunakan chrome rear license garnish. Ornamen ini sebelumnya tidak ada di Alphard terdahulu. Sementara rear lamp, dan tarikan garis-garis desain dibagian sisi masih serupa Alphard generasi sebelumnya. Namun Anda tidak akan menemukan velg 16 inci 6 spoke di New Alphard, gantinya roda berukuran 215/60/R17 dengan model velg 7 spoke.

Beranjak ke bagian kabin, interior New Alphard masih memiliki desain dashboard, door trim, jok, hingga plafon dengan bentuk yang serupa generasi sebelumnya.

Tapi pada New Alphard tidak lagi digunakan interior berwarna brown tapi hadir lebih gelap karena kelir yang dipilih dark brown. Panel instrument juga tak lagi diberi aksen wooden namun kini berubah menjadi dark silver.

Panel instrument masih tetap menampilkan informasi seputar analog speedometer, tachometer, digital odometer, serta tripmeter. Artinya, pada bagian ini tetap sama dengan Toyota Alphard terdahulu.

Performance
Puas memandangi desain mengagumkan dari Sang Kereta Kencana, kini saatnya sedikit mencicipi performa mesin 2.4-liter DOHC VVT-i berkode 2AZ-FE yang tersimpan dibalik bonet Toyota New Alphard.

Dalam rilis resminya TAM mengklaim New Alphard memiliki daya 170 PS di 6.000 rpm dengan torsi puncak 22.4 Kgm pada 4.000 rpm. Meski hanya memacu MPV seharga Rp.655 juta on the road Jakarta itu di lingkungan Auto2000 Sunter Lake, Jakarta Utara, tapi galaknya tenaga New Alphard sudah terasa.

Geser tuas transmisi 6-speed CVT milik New Alphard di posisi "D", maka Anda akan mendapat pengalaman berkendara yang sangat nayman. Hentakan saat pergantian gigi berlangsung halus hampir tidak terasa hingga ke bagian kabin. Sementara jika menggunakan tipe transmisi manual shiftronic, maka Anda bakal merasakan benar bagaimana sensasi ngebut dengan MPV bongsor ini.

Melewati beberapa polisi tidur yang ada di kawasan pusat stok unit Toyota tersebut, sensasinya masih serupa Alphard generasi sebelumnya. Begitu pula urusan handling. Diajak menikung ekstrim, New Alphard masih sanggup meladeni tanpa ada gejala over steer dan under steer berlebihan. Sayang memang kesempatan menyelami kemampuan New Alphard ini kurang maksimal, sehingga kemampuan puncaknya tidak bisa diraih tim BosMobil.
Comfort
Menggunakan suspensi jenis MacPherson Strut dibagian depan dan Torsion Beam pada bagian belakang membuat kenyamanan New Alphard masih serupa pendahulunya. Melindas polisi tidur berukuran kecil tidak ada guncangan berarti di bagian kabin.

Pengaturan AC bisa dilakukan terpisah antara penumpang depan dan penumpang belakang. Khusus penumpang belakang, control AC ada di bagian plafon mobil, sementara kisi-kisi AC-nya ada di sisi-sisi atap.

Senada Alphard pendahulunya, jok pengemudi dan penumpang baik baris pertama, ke-2, maupun ke-3 semuanya menggunakan mekanisme sliding and reclining adjuster. Tapi sayang controlnya masih dilakukan secara manual bukan elektrik. Disayangkan memang, mengingat Alphard yang menyasar segmen keluarga mapan, seharusnya menggunakan fitur-fitur yang memberikan kenyamanan ekstra tinggi bagi semua penumpang di dalamnya.


Minusnya kenyamanan juga datang dari ketidaktersediaan moonroof atau sunroof. Padahal pada Alphard 2.4 X generasi sebelumnya fitur ini sudah tersedia sehingga pengemudi, penumpang depan, atau penumpang jok baris kedua bisa menikmati birunya langit ketika moonroof dibuka.

Fitur
Sebagai varian terendah dari seluruh keluarga New Alphard, Toyota tak membekalinya dengan segudang fitur canggih. Beberapa yang sudha menjadi standar diantaranya Electronic Power Steering, tilt steering, ABS, EBD, BA, serta Airbag yang tertanam dibeberapa titik diantaranya lingkar kemudi, dahsboard penumpang depan, pilar A, serta bagian sisi jok pengemudi dan penumpang depan.

Perangkat hiburannya dipercayakan pada audio system 2DIN single CD 6.1 inci Touch Screen (NAVI READY), FM/AM, VCD, DVD, WMA, MP3, Div-X, AAC, IPOD (Audio & Video), USB, serta AUX-in, yang sudha menggunakan wireless remote control. Tapi perangkat ini hadir tanpa rear camera, sehingga cukup sulit ketika mobil harus parkir mundur di tempat yang sempit.

Toyota New Alphard 2.4X tidak menggunakan 10 speaker Focal yang 4 diantaranya merupakan Focal Premium Speakers dengan Beryllium inverted dome tweeter, tapi hanya menggunakan 8 speaker. Selain itu tidak ada pula roof monitor seperti yang sudah diaplikasikan pada New Alphard kasta tertinggi.

Lagi-lagi ketiadaan fitur ini jadi kekurangan Toyota New Alphard. Tapi dengan beberapa ubahan baru di eksterior serta interior, Sang Kereta Kencana pasti tetap menjadi biduan bagi mereka yang butuh kendaraan keluarga. Seperti ucapan President Director TAM Johnny Darmawan, "Hampir tidak ada keluarga mapan di Indonesia yang tidka menggunakan Toyota Alphard."