Linkin Park - Figure.09

Powered by mp3skull.com

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 06 Maret 2012

Modifikasi Mobil


Honda Prelude 2002, Dua Warna Bikin Beda



Yang terpikir pertama di pikiran Stephen adalah, “Pokoknya setelah mobil diambil, langsung diangkut trailer, bawa ke bengkel,” tuturnya. Begitu sampai bengkel, mobil pun dipreteli dan catnya dikerok hingga tersisa plat besi. “Baru deh ditimpa warna Championship White dari Spies Hecker,” ucap pria berkacamata ini. Menurut Stephen, warna ini adalah, “Kode warna untuk versi JDM-nya,” sambungnya.
Setelah selesai berganti ‘kulit’, langkah berikutnya adalah body kit yang tepat. “Saya dari dulu suka dengan body kit C-West untuk S2000,” terangnya. Oleh karena itu desain tersebut kembali diterapkan di BB6 miliknya. “Bedanya, saya tambahkan lips spoiler ala J’s Racing di bagian bawahnya,” ucap pria berpostur tinggi ini. Penambahan lips spoiler ini berfungsi agar mobil lebih terlihat ceper. Kenapa enggak dilapis karbon saja biar lebih sangar? “Kalau dilapis karbon, lips spoiler-nya malah jadi kurang terlihat karena warna dari serat karbonnya,” tukas Stephen.
VELG FLUORESCENT
Ada yang unik dari warna velg Volk Rays TE37 19x(8,5+9,5) inci yang diusung Stephen. Ia menggunakan dua warna, yaitu warna putih untuk velg di sebelah kanan, dan warna pink fluorescent untuk sebelah kirinya. “Biar beda aja sih. Jadi enggak cepat bosan,” ucap Stephen. Untuk pengerjaan pelapisan cat fluorescent, ia mengaku tidak ada kesulitan berarti.
“Proses pengerjaannya hampir sama dengan repaint velg biasanya,” ujar pria ramah ini. Yang berbeda adalah pemakaian warna dasar. Menurut Stephen, “Warna dasar untuk cat ini harus putih.” Tujuannya, agar efek fluorescent-nya bisa keluar sehingga warna velg terlihat semakin mencolok.
RUMAH MODIFIKASI:
Autocraft, Barito, Semarang
SPESIFIKASI:
Cat Championship White by Spies Hecker, kap mesin karbon Kevlar, panel atap lapis karbon Kevlar, custom body kit, HID H1 low beam Provision 6.000 K, HID H1 high beam 4.300K,  kaca film 3M, air flow controller APEX’i Neo, header Megan Racing 4-2-1, front pipe Megan Racing, down pipe Megan Racing, muffler HKS titanium, kabel busi NGK Blue Thunder, air intake Megan Racing, air filter Simota, fuel pressure regulator TOMEI, engine damper NRG, bonnet hood damper NRG, ground wires HKS, velg Volk Rays TE37 19x(8,5+9,5) inci, ban Forceum Hexa 215/35R19 (depan), 225/35R19 (belakang), coilover Tein, strutbar karbon Kevlar, jok+door trim retrim semi kulit perforated, speedometer chrome rings, engine start button S2000, shift knob MOMO karbon, panel interior lapis karbon, head unit double din Caska 7 inci K130. Speaker Crescendo Opus 2-way
Honda Prelude milik Stephen ini digarap dari bengkel Autocraft, Semarang. Prelude dengan kode generasi BB6 miliknya lebih ditonjolkan faktor penampilannya. “Dulu waktu pertama ambil, kondisinya lumayan parah juga,” ucap Stephen. Warna cat yang kusam sudah pasti menjadi masalah yang dihadapi Stephen. “Warna aslinya hijau,mas. Aduh enggak cocok banget deh pokoknya,” kenang pria ramah ini.

First Impression Jaguar XF 3.0L V6


First Impression Jaguar XF 3.0L V6, Kemewahan Aristokrat Inggris yang Sporty

Jakarta – Mendengar nama mobil mewah Jaguar, yang pertama kali muncul dibenak kita adalah sosok sedan besar dengan tongkrongan kuno dan kaku layaknya mobil kerajaan Inggris lainnya. Tapi hal itu tak berlaku pada Jaguar XF yang kini justru memiliki aura sporty yang kental di segi eksterior. 
Yup, sejak beberapa tahun lalu desainer Jaguar Ian Callum melakukan rombakan besar-besaran pada desain Jaguar yang disebutnya lebih sporty tapi masih menghormati unsur heritage khas Jaguar. So, bagaimana sensasinya? Yuk lanjut.
Seperti disebut sebelumnya, aura sporty sangat tampak dari eksterior XF ini tampilan gril berongga besar, ditunjang headlamp dan bumpernya terasa agresif.

Siluet bodi aerodinamisnya bahkan nyaris seperti sport coupe. Bentuk buritan mirip seterunya sesama Inggris, Aston Martin DBS dengan rearlamp bergaris horizontal.
Begitu masuk ke kabin barulah nuansa mewah dengan nilai ‘heritage’ yang tinggi tersemat. Ini terbukti dari lapisan kulit warna krem di bagian jok dan door trim. Beberapa panel juga dilapis motif kayu. 
Kemewahan terus menjalar ke bagian dashboard dan setir dengan lapisan kulit warna marun mendominasi. Saat duduk dibalik kemudinya, jok terasa nyaman mendekap. Meski dilapisi kulit tapi lingkar setir tetap nyaman digenggam.

Namanya impresi, so OTOMOTIFNET.com nggak bisa mencoba segudang fitur yang ditawarkan. Tapi terlihat jajaran tombol di setir dan center cluster mudah dijangkau. 
Pengguna sedan mewah biasanya mengandalkan supir untuk berkendara sehari-hari. Nah, supaya makin afdol OTOMOTIFNET.com turut mencoba kabin belakangnya. Saat masuk, tak perlu menunduk terlalu dalam karena atap XF cukup tinggi.
Saat duduk di belakang, kesan lega dan nyaman langsung terasa. Hal ini berkat aplikasi jok lebar nan empuk seperti sofa dan ruang lutut yang lega. Dijamin, penumpang betah berlama-lama diruang belakang ini.

Testdrive All New Chevrolet Colorado




Bogor - Image garang dan tangguh seolah sudah menjadi syarat wajib sebuah mobil jelajah bertipe pickap. Tapi, Chevrolet yang baru saja meluncurkan pikap Colorado sedikit tampil beda, meski tetap mengedepankan nuansa sebuah mobil yang garang dan tangguh.
Lalu, apa bedanya dengan kompetitor yang sudah mapan di tanah air, semisal Ford Ranger, Isuzu D-Max, Toyota Hilux dan juga Mitsubishi Triton? Nah, itu juga yang bikin penasaran otomotifnet.com.
Apalagi ini tahun pertama kedatangan Colorado yang sama sekali belum punya track record di medan berat Indonesia yang terkenal tak memberi ampun pada mobil jelajah banci yang hanya menjual tampang beringas. Bisakah Chevrolet menjawab keraguan dengan COlorado?

Nah, sebuah sirkuit buatan berjenis offroad, dikawasan Sentul City menjadi pilihan lokasi untuk menjajal ketangguhan Colorado. Sirkuit ini didominasi tanah dan batuan kerikil, dimana Colorado akan sedikit membuktikan dirinya.
Langsung yuk masuk kedalam kabinnya. Otomotifnet.com kedapatan Colorado tipe LTZ yang merupakan varian tertinggi dari Colorado, dengan penggerak 4x4. Posisi duduknya cukup nyaman, kalau ingin lebih pas, bisa mengaturnya secara elektrik melalui tombol di samping kursi pengemudi.
Meskipun bertubuh bongsor, namun tidak terasa sedang menaiki sebuah truk ringan. Transmisinya manual 5 speed, dan sebelum melaju, tombol transfer shift pada konsol tengah diputar pada posisi 4H.
Mobil pun melaju. Kabin cukup baik meredam rauman khas mesin diesel Duramax Turbo, berkapasitas 2,5 Liter, dengan tenaga 150 Ps dan Torsinya 350 Nm. Kopling pun relatif empuk, meski sedikit menghentak. Setelah maju perlahan, mulai menginjak pedal gas lebih dalam, akselarasinya terkesan berat meski cukup responsif.

Mobil pun meluncur, permukaan jalan bergelombang masih terasa empuk untuk digilas. Namun, benturan-benturan mulai terasa pada jalan yang bergelombang ekstrim. Di bagian depan, mungkin masih cukup nyaman berkat suspensi double wishbone, tapi jangan berharap kenyamanan yang sama di bagian belakang.
Berbekal suspensi spring leaf, yang dimaksudkan untuk membawa beban berat, ternyata tidak bisa memberikan kenyamanan pada penumpang belakang. Dipacu pada permukaan jalan yang bergelombang ekstrim, Colorado sangat tidak ramah, karena beberapa kali penumpang terguncang hebat dan benturan begitu terasa.
Tapi, sedikit gejala limbung pada bagian depan ketika menikung, bisa dikoreksi dengan baik oleh bagian belakangnya yang cenderung kaku. Meski memang mobil jadi terkesan licin di belakang. Tapi, penggunaan ban standar juga jadi pemicu kesan tersebut. Colorado juga punya radius putar yang kecil, sehingga sedikit menyulitkan ketika harus melintasi medan yang sempit.

Kesan mobil yang menjadi sedikit liar tersebut makin menjadi saat lintasan mengajak pengemudi untuk berputar melingkar pada permukaan tanah berkerikil. Agak sedikit menginjak pedal gas lebih dalam dan masuk sampai posisi gigi 3, ketika berputar, lingkaran mobil sedikit bergeser, sehingga kurang presisi mengikuti jalur.
Namun, Colorado juga membuktikan ketangguhannya saat harus menghadapi tanjakan curam. Setidaknya, pengemudi dibuat tidak cemas dan ragu-ragu. Masuk ke posisi gigi dua, kemudian mengalihkan transfer shift pada posisi 4L, maka mobil pun merayap keatas dengan tenang tanpa menyebabkan mesin tersendat dan mati. Padahal tidak menginjak pedal gas lho, jadi hanya dibiarkan melaju dengan merayap.
Namun, untuk bersaing dengan kompetitornya, Colorado bisa menjadi alternatif. Baik dari segi tampang, juga fitur, dari segi harga pun terbilang kompetitif. GM Indonesia menawarkan Colorado Exetended Cab seharga Rp 265 juta, Crew Cab LT Rp 323 juta dan Crew Cab LTZ Rp 343 juta.

Chrysler Indonesia Siap Rilis Jeep Versi Pentastar dan Dodge Journey Platinum Pekan Depan



Jakarta – Pecinta mobil premium asal Amerika bersiaplah, karena Rabu (7/3) pekan depan dua jagoan anyar dari PT Garansindo Inter Global APM (Agen Pemegang Merk) dari Chrysler, Jeep dan Dodge di Indonesia akan mengaspal.
Keduanya adalah varian Jeep yang dilengkapi mesin Pentastar baru, serta MPV mewah, Dodge Journey versi Platinum Package. 
Yang pertama merupakan varian Jeep yang telah beredar sebelumnya, namun kini dibekali mesin anyar Pentastar. Mesin bervolume 3.6 liter ini mengaplikasi teknologi dual-overhead-cam (DOHC), variable valve timing (VVT) V6. Semburan tenaganya mencapai 285 dk, atau 83 dk lebih besar ketimbang mesin lawasnya yang berkapasitas 3.8 liter.

Kelebihan lain adalah penggunaan bahan aluminum yang membuatnya 45 kg lebih ringan dibanding versi iron cast sebelumnya. Hal tersebut diyakini membuat mobil adventure ni lebih irit.
Sedangkan mobil kedua yang dirilis oleh Chrysler Indonesia adalah MPV Dodge Journey Platinum. Jika sebelumnya Journey merupakan MPV kelas premium yang mengandalkan fitur head unit LCD multi fungsi. Maka pada Journey Platinum fitur tersebut ditambahkan kursi berlapis kulit serta GPS navigasi.

Peugeot & Hyundai, Agresif Lewat Desain



 Peugeot RCZ, laris manis di pasaran
Satu lagi label asal Eropa yang kini semakin pede (percaya diri) menyodorkan varian sportcar yakni Peugeot. Andalannya yakni RCZ yang laris manis di pasaran serta hatchback premium 208. Keduanya bisa dibilang menawarkan eksotisme desain yang cukup memukau di tiap kategorinya.
Khusus RCZ, selain desainnya yang fresh, juga menawarkan sumber tenaga yang ekonomis. Mesin berkode EP6CDT kapasitas 1.598 cc yang diusung telah dilengkapi turbo dan intercooler menjadi menjadi andalan. Tenaga yang dapat dihasilkan oleh mobil berbasis 308 ini mencapai 156 dk dengan keluaran torsi 240 Nm.
Bobotnya yang ringan dan desain futuristisnya diyakini mampu memberikan keuntungan tersendiri dalam hal performa dan aerodinamika. Lalu 208, hatchback penerus 207 dan 206 yang sempat merasakan sukses di Tanah Air ini ditawarkan dalam bentuk desain yang kompak sekaligus menawan.
Langkah penyegaran juga datang dari kubu Asia Timur alias pabrikan Korea yang sudah cukup lama eksis bertarung di pasar mobil Nasional. Adalah Hyundai yang berencana memboyong All New Hyundai Santa Fe ke Indonesia, tak lama setelah pihak prinsipal memerkenalkannya secara resmi ke publik dunia.
Peugeot 208, ingin melanjutkan kiprah 206 dan 207
"Kalau keburu akan dimasukin juga tahun ini. Soalnya di sana juga belum di-launching, pokoknya begitu ada versi setir kanan bisa langsung didatangkan," yakin Bebin Djuana, Marketing Vice President PT Hyundai Mobil Indonesia, APM mobil Hyundai di Indonesia.
Rencananya All New Santa Fe akan memulai debutnya di New York Auto Show 2012 di Amerika Serikat. Tawarannya desain eksterior dengan garis kuat yang berkarakter di sisi bodi dan model buritan yang lebih atraktif dengan tarikan garis tajam.
Ada dua pilihan mesin bensin yang ditawarkan. Pertama bermesin empat silinder segaris kapasitas 2.400 cc bertenaga 174 dk dan mesin konfigurasi V6 kapasitas 3.500 cc bertenaga 276 dk. Khusus di pasar Eropa dan Korea Selatan, Hyundai memberikan pilihan varian mesin CRDi diesel "R-engine" bertenaga 197 dk. Pilih yang mana?

Tiga Senjata Baru Ford, Fiesta Sedan, Everest dan Ranger



Di tahun ini, Ford akan meluncurkan beberapa produknya. Cukup ramai, karena bisa mengisi beberapa segmen yang ada. Apalagi, tak sekadar tampil dengan wajah lebih fresh, tunggangan yang dilempar ke pasar pada tahun Naga Air ini tampil dengan benar-benar berbeda dari sebelumnya.
Seperti kata Bagus Susanto, Managing Director PT Ford Motor Indonesia di acara Media Gathering di Tangerang,(17/1). “Kita akan luncurkan All New Ranger dan Fiesta Sedan tahun ini.”
ALL NEW FORD RANGER
Boleh dibilang Ranger merupakan salah satu andalan Ford di Tanah Air. Dengan target armada untuk fleet di perkebunan dan pertambangan, juga tak terkecuali di perkotaan buat yang ingin tampil lebih macho. Ranger merupakan full model change dengan dimensi yang lebih besar dan bermesin baru 2.200 cc dan 3.000 cc.
FORD FIESTA SEDAN
Ford Fiesta cukup banyak wara-wiri di jalanan perkotaan. Tentu dengan desain baru di pasar hatchback ini cukup banyak menarik peminat tunggangan yang bermesin 1.400 cc dan 1.600 cc.
Namun, bagi penggemar sedan, Ford Fiesta sedan siap memenuhinya dengan mesin yang tak berbeda dengan versi hatchback. Tentu dengan ruang barang lebih besar ketimbang hatchback.
FORD EVEREST
Menurut sumber dari PT Ford Motor Indonesia, APM Ford di Tanah Air, tak seperti Ranger yang tampil benar-benar baru, untuk Everest masih mengandalkan dimensi dan mesin yang sama, tetapi tentu dengan tampang lebih segar dengan beberapa perubahan di berbagai sisi. Versi facelift ini, tetap dijual dengan versi 4x4 dan 4x2.

Chevrolet, Tambah D-Cab dan MPV



Setelah cukup lama Chevrolet Aveo tidak kelihatan, kabar terbaru dari PT General Motors Indonesia (GMI), APM Chevrolet di Indonesia akan menghadirkan hatchback terbarunya. Hal ini mencuat saat Dubai Motor Show (10/11) tahun lalu, seiring dipajangnya Chevrolet Sonic.
Mobil ini memang memiliki memang merupakan generasi terakhir Aveo. Nama Sonic sendiri digunakan pada pasar Amerika Utara, Timur Tengah, Afrika Selatan dan lainnya. Dimensinya mirip, yaitu 4.039 x 1.680 x 1.505 mm dengan wheelbase 2.525 mm. Sedikit lebih besar dari Aveo.

Garis desain Aveo masih mewarnai lekuk bodi Sonic. Meski sekujur bodi dibuat lebih tajam sehingga tampak lebih sporty. Lampu depan agresif, sedangkan lampu belakang mirip dengan Chevy Spark.
Hatchback ini memiliki banyak varian mesin ECOTEC. Mulai dari 1.200 cc 84 dk, 1.400 cc 99 dk dan versi turbo 138 dk. Sampai dapur pacu 1.600 cc 114 dk atau mesin Cruze 1.800 cc 136 dk sampai mesin diesel 1.300 cc 94 dk. Melihat pasar lokal, kemungkinan seperti Aveo yang mengusung mesin 1.400 cc. “Ditunggu saja kedatangannya,” ujar Augusta B. Sirait, public relation GMI.
Selain itu, sebuah double cabin juga digodok, Chevrolet Colorado. Mobil yang diracik di pabrik GM di Rayong, Thailand ini disiapkan khusus pasar Asia. Seperti penggunaan mesin kompak namun bertenaga dan irit bahan bakar.

Tampang gagah dengan grill besar dan lambang ‘Bow Tie’ khas Chevrolet menjadi ciri khasnya. Kabarnya, akan disenjatai dengan mesin Duramax 2.500 cc turbo diesel common-rail bertransmisi manual 4x4.
Sementara itu, Chevrolet Orlando, MPV yang sempat nongol di Indonesia International Motor Show 2011 lalu pun disinyalir siap digelontor. Dengan tubuh cukup besar, tentu menarik buat keluarga.